Puntih - Pada saat yang sama kita melakukan apa namanya alam sadar dan tidak sadar. Apa yang kita pikirkan sering muncul tanpa kita sadari , sesuatu yang refleks dalam berpikir tanpa perlu kita ingat.
Ada banyak fenomena yang mungkin kita sadari atau tidak, itulah yang kita kerjakan. Kemampuan berpikir bukan apa yang kita tau atau ingat tapi apa yang tidak kita diketahui atau belum kita ketahui.
Kemampuan mengingat apa yang diketahui hanyalah fenomena yang muncul dari alam bawa sadar kita yang sebelumnya kita tidak ingat.
Ada banyak fenomena yang mungkin kita sadari atau tidak, itulah yang kita kerjakan. Kemampuan berpikir bukan apa yang kita tau atau ingat tapi apa yang tidak kita diketahui atau belum kita ketahui.
Kemampuan mengingat apa yang diketahui hanyalah fenomena yang muncul dari alam bawa sadar kita yang sebelumnya kita tidak ingat.
Tidak ada peluang mengingat apa yang tidak pernah kamu ketahui sebelumnya.
Apa yang kita lupakan bertumpuh pada alam bawa sadar, perlu istimulus untuk menyadarkan kita yang berefek pada kemampuan mengingat pada level alam sadar. "Apa yang kita tidak ingat bukan sesuatu yang kita tidak ketahui".
Apakah Anda sudah lupa apa yang ada ketahui sebelumnya?
Lupa adalah bagian alami dari cara kerja otak kita. Meskipun seringkali menyebalkan (terutama saat mencari kunci motor), lupa sebenarnya adalah mekanisme "pembersihan data" agar otak tidak kelebihan beban.
1. Kegagalan Penyimpanan (Storage Failure)
Terkadang, informasi memang tidak pernah benar-benar masuk ke memori jangka panjang. Jika kita tidak menaruh perhatian penuh saat menerima informasi, otak tidak akan menganggapnya penting untuk disimpan.
Contoh: Kamu berkenalan dengan seseorang, tapi sedetik kemudian lupa namanya karena kamu terlalu fokus pada apa yang akan kamu katakan selanjutnya.
2. Teori Pembusukan (Decay Theory)
Memori memiliki "jejak fisik" di otak yang disebut "engram". Jika memori tersebut jarang dipanggil atau digunakan kembali, jejak tersebut perlahan akan memudar dan akhirnya menghilang seiring berjalannya waktu.
3. Interferensi (Gangguan)
Otak kita sering mencampuradukkan informasi lama dengan yang baru. Ada dua jenis utama
Interferensi Proaktif: Memori lama menghalangi memori baru (misal: sulit mengingat nomor HP baru karena masih teringat nomor lama).
Interferensi Retroaktif: Informasi baru menghapus memori lama (misal: setelah belajar bahasa baru, kamu lupa beberapa kosakata bahasa yang dipelajari Kegagalansebelumnya).
4. Pemanggilan (Retrieval Failure)
Pernah merasa kata-kata sudah "di ujung lidah" tapi tidak bisa keluar? Ini bukan berarti memorinya hilang, tapi "jalur aksesnya" terputus. Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya "petunjuk" ("cues") yang memicu ingatan tersebut.
5. Motivasi Lupa (Motivated Forgetting)
Secara psikologis, kita cenderung menekan memori yang menyakitkan, traumatis, atau tidak menyenangkan. Otak melakukan ini sebagai bentuk pertahanan diri untuk menjaga kesehatan mental.
Mengapa Lupa Itu "Bagus"?
Bayangkan jika kamu ingat setiap detail kecil dalam hidupmu—mulai dari warna baju orang yang lewat di jalan 5 tahun lalu hingga setiap iklan yang pernah kamu lihat. Otakmu akan menjadi sangat lambat dan sulit fokus pada hal yang benar-benar penting.
Fun Fact: Otak kita menggunakan proses bernama **long-term depression (LTD)** untuk melemahkan koneksi sinapsis yang jarang digunakan, semacam fitur "Empty Trash" di komputer.
Apa yang kita lupakan bertumpuh pada alam bawa sadar, perlu istimulus untuk menyadarkan kita yang berefek pada kemampuan mengingat pada level alam sadar. "Apa yang kita tidak ingat bukan sesuatu yang kita tidak ketahui".
Apakah Anda sudah lupa apa yang ada ketahui sebelumnya?
Sesuatu yang dilupakan, kalau kita cermati kemanakah sehingga hilang dari ingatan kita:
Lupa adalah bagian alami dari cara kerja otak kita. Meskipun seringkali menyebalkan (terutama saat mencari kunci motor), lupa sebenarnya adalah mekanisme "pembersihan data" agar otak tidak kelebihan beban.
Berikut adalah beberapa alasan ilmiah mengapa kita bisa lupa:
1. Kegagalan Penyimpanan (Storage Failure)
Terkadang, informasi memang tidak pernah benar-benar masuk ke memori jangka panjang. Jika kita tidak menaruh perhatian penuh saat menerima informasi, otak tidak akan menganggapnya penting untuk disimpan.
Contoh: Kamu berkenalan dengan seseorang, tapi sedetik kemudian lupa namanya karena kamu terlalu fokus pada apa yang akan kamu katakan selanjutnya.
2. Teori Pembusukan (Decay Theory)
Memori memiliki "jejak fisik" di otak yang disebut "engram". Jika memori tersebut jarang dipanggil atau digunakan kembali, jejak tersebut perlahan akan memudar dan akhirnya menghilang seiring berjalannya waktu.
3. Interferensi (Gangguan)
Otak kita sering mencampuradukkan informasi lama dengan yang baru. Ada dua jenis utama
Interferensi Proaktif: Memori lama menghalangi memori baru (misal: sulit mengingat nomor HP baru karena masih teringat nomor lama).
Interferensi Retroaktif: Informasi baru menghapus memori lama (misal: setelah belajar bahasa baru, kamu lupa beberapa kosakata bahasa yang dipelajari Kegagalansebelumnya).
4. Pemanggilan (Retrieval Failure)
Pernah merasa kata-kata sudah "di ujung lidah" tapi tidak bisa keluar? Ini bukan berarti memorinya hilang, tapi "jalur aksesnya" terputus. Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya "petunjuk" ("cues") yang memicu ingatan tersebut.
5. Motivasi Lupa (Motivated Forgetting)
Secara psikologis, kita cenderung menekan memori yang menyakitkan, traumatis, atau tidak menyenangkan. Otak melakukan ini sebagai bentuk pertahanan diri untuk menjaga kesehatan mental.
Mengapa Lupa Itu "Bagus"?
Bayangkan jika kamu ingat setiap detail kecil dalam hidupmu—mulai dari warna baju orang yang lewat di jalan 5 tahun lalu hingga setiap iklan yang pernah kamu lihat. Otakmu akan menjadi sangat lambat dan sulit fokus pada hal yang benar-benar penting.
Fun Fact: Otak kita menggunakan proses bernama **long-term depression (LTD)** untuk melemahkan koneksi sinapsis yang jarang digunakan, semacam fitur "Empty Trash" di komputer.
Posting Komentar