Apakah Kabupaten Mamasa Layak Disebut Daerah Maju

Puntih - Untuk menjawab pertanyaan Anda, kita perlu melihat data dari dua indikator utama yang sering digunakan untuk mengukur kemajuan sebuah daerah di Indonesia: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Desa Membangun (IDM).

Berdasarkan data terbaru tahun 2024-2025, berikut adalah posisi Kabupaten Mamasa


1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
IPM mengukur capaian pembangunan manusia berdasarkan umur panjang, pengetahuan, dan standar hidup layak.
Skor IPM Mamasa (2024): 68,68.
Status:Sedang.

Peringkat: Di tingkat Provinsi Sulawesi Barat, Mamasa biasanya berada di papan tengah atau bawah jika dibandingkan dengan Mamuju atau Majene. Secara nasional, skor ini masih berada di bawah rata-rata nasional (yang sudah mencapai angka 70-an).

2. Indeks Desa Membangun (IDM)
Indeks ini digunakan oleh Kementerian Desa (Kemendesa) untuk mengklasifikasikan status kemajuan desa di sebuah kabupaten.

Status Kabupaten: Mamasa saat ini "belum masuk dalam kategori "Kabupaten Maju" secara penuh "dalam arti seluruh desanya mandiri. Namun, Mamasa telah berhasil lepas dari status Kabupaten Tertinggal beberapa tahun lalu.
Komposisi Desa: Mayoritas desa di Mamasa berada pada status "Desa Berkembang" dan "Desa Maju", dengan beberapa desa mulai mencapai status "Desa Mandiri".

Ringkasan Indikator Ekonomi Mamasa (Data 2024)
Pemerintah Kabupaten Mamasa baru-baru ini merilis capaian makro untuk memberikan gambaran posisi daerah

Indikator Capaian (2024)
Pertumbuhan Ekonomi 3,26%
Tingkat Kemiskinan 14,2%
Pengangguran Terbuka 2,5%
Inflasi 2,47% |

Kesimpulan: Jika yang Anda maksud adalah urutan "Kabupaten Termaju" di Indonesia, Mamasa belum masuk dalam peringkat 10 atau 50 besar nasional. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah meningkatkan IPM dari kategori "Sedang" ke "Tinggi" (di atas skor 70) dan mempercepat transformasi digital pedesaan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak