Puntih - Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mamasa di bawah kepemimpinan Bupati "Welem Sambolangi" dan Wakil Bupati "H. Sudirman" (yang merefleksikan satu tahun masa jabatan mereka pada Februari 2026) telah mencatatkan sejumlah pencapaian strategis. DPRD Mamasa juga berperan aktif dalam pengawasan dan legislasi untuk mendukung pembangunan daerah.
t
1. Bidang Kesehatan & Kesejahteraan Sosial
Aktivasi BPJS Kesehatan: Pemerintah berhasil mengaktifkan layanan BPJS Kesehatan bagi masyarakat luas, memastikan akses kesehatan yang lebih inklusif.
Penambahan Tenaga Medis: Terdapat penambahan signifikan tenaga ahli, yakni "22 dokter umum", "13 dokter gigi", dan "13 dokter spesialis" untuk meningkatkan layanan di RSUD dan Puskesmas.
Penurunan Kerawanan Pangan: Mamasa meraih penghargaan nasional dari "Badan Pangan Nasional (Bapanas)" sebagai salah satu daerah terbaik dalam menurunkan angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan (Prevalence of Undernourishment).
2. Sektor Pertanian & Ketahanan Pangan.
Program Pupuk Gratis: Melalui evaluasi administrasi yang ketat, pemerintah menyalurkan pupuk gratis bagi petani guna mendukung 80% penduduk yang bergantung pada sektor agraria.
Peningkatan Komoditas: Adanya penyaluran bantuan bibit padi dan benih kakao siap tanam (sekitar 15.000 batang) untuk meningkatkan produktivitas ekonomi pedesaan.
3. Infrastruktur & Pendidikan
Pembangunan Ruang Kelas Baru: Alokasi anggaran untuk pembangunan fasilitas di SMKN 1 Tanduk Kalua dan revitalisasi berbagai bangunan sekolah melalui komunikasi intensif dengan Kementerian terkait.
Akses Jalan: Peningkatan jalan poros (seperti jalur Urekang–Mambi) yang diresmikan bersama Pemprov Sulbar untuk memperlancar arus logistik dan ekonomi.
4. Tata Kelola Pemerintahan & Legislasi (DPRD)
Predikat "Baik" Inspektorat: Kinerja Inspektorat Daerah meraih nilai "Baik" di tingkat nasional, yang menunjukkan peningkatan transparansi dan pengawasan internal.
DPRD dan Pemerintah Daerah mulai merumuskan pembentukan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) untuk mengoptimalkan sumber pendapatan asli daerah secara mandiri.
Dukungan Sensus Ekonomi 2026: Kolaborasi penuh dengan BPS untuk menyukseskan basis data ekonomi yang akurat demi perencanaan pembangunan masa depan.
Catatan: Tahun 2026 juga menandai perayaan "HUT ke-24 Kabupaten Mamasa" yang diperingati melalui Rapat Paripurna DPRD sebagai momentum refleksi pembangunan berkelanjutan.
Berikut adalah rangkuman prestasi dan fokus kinerja mereka di tahun 2026
1. Bidang Kesehatan & Kesejahteraan Sosial
Aktivasi BPJS Kesehatan: Pemerintah berhasil mengaktifkan layanan BPJS Kesehatan bagi masyarakat luas, memastikan akses kesehatan yang lebih inklusif.
Penambahan Tenaga Medis: Terdapat penambahan signifikan tenaga ahli, yakni "22 dokter umum", "13 dokter gigi", dan "13 dokter spesialis" untuk meningkatkan layanan di RSUD dan Puskesmas.
Penurunan Kerawanan Pangan: Mamasa meraih penghargaan nasional dari "Badan Pangan Nasional (Bapanas)" sebagai salah satu daerah terbaik dalam menurunkan angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan (Prevalence of Undernourishment).
2. Sektor Pertanian & Ketahanan Pangan.
Program Pupuk Gratis: Melalui evaluasi administrasi yang ketat, pemerintah menyalurkan pupuk gratis bagi petani guna mendukung 80% penduduk yang bergantung pada sektor agraria.
Peningkatan Komoditas: Adanya penyaluran bantuan bibit padi dan benih kakao siap tanam (sekitar 15.000 batang) untuk meningkatkan produktivitas ekonomi pedesaan.
3. Infrastruktur & Pendidikan
Pembangunan Ruang Kelas Baru: Alokasi anggaran untuk pembangunan fasilitas di SMKN 1 Tanduk Kalua dan revitalisasi berbagai bangunan sekolah melalui komunikasi intensif dengan Kementerian terkait.
Akses Jalan: Peningkatan jalan poros (seperti jalur Urekang–Mambi) yang diresmikan bersama Pemprov Sulbar untuk memperlancar arus logistik dan ekonomi.
4. Tata Kelola Pemerintahan & Legislasi (DPRD)
Predikat "Baik" Inspektorat: Kinerja Inspektorat Daerah meraih nilai "Baik" di tingkat nasional, yang menunjukkan peningkatan transparansi dan pengawasan internal.
DPRD dan Pemerintah Daerah mulai merumuskan pembentukan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) untuk mengoptimalkan sumber pendapatan asli daerah secara mandiri.
Dukungan Sensus Ekonomi 2026: Kolaborasi penuh dengan BPS untuk menyukseskan basis data ekonomi yang akurat demi perencanaan pembangunan masa depan.
Catatan: Tahun 2026 juga menandai perayaan "HUT ke-24 Kabupaten Mamasa" yang diperingati melalui Rapat Paripurna DPRD sebagai momentum refleksi pembangunan berkelanjutan.
Posting Komentar