Diskriminasi Seorang Blogger

Puntih - Diskriminasi dalam Dunia Blogging

Menjadi seorang blogger memang terdengar menarik, tapi tak jarang ada tantangan yang harus dihadapi, termasuk diskriminasi. Diskriminasi di dunia blogging bisa muncul dalam berbagai bentuk dan sering kali tidak terduga.



Berikut beberapa contoh diskriminasi yang bisa dialami oleh blogger:

Diskriminasi berdasarkan identitas

    Ini adalah bentuk diskriminasi yang paling umum. Seorang blogger bisa saja mendapatkan perlakuan tidak adil karena faktor ras, etnis, gender, orientasi seksual, agama, atau disabilitas. Misalnya, mereka mungkin sulit mendapatkan sponsor atau undangan acara hanya karena latar belakang mereka.

Diskriminasi berdasarkan topik

Beberapa topik blog, terutama yang dianggap "kontroversial atau niche", bisa jadi kurang mendapat apresiasi. Blogger yang membahas isu sosial, politik, atau topik yang tidak biasa mungkin kesulitan menjangkau audiens yang lebih luas atau mendapatkan tawaran kerja sama. Ini seringkali membuat blogger merasa terisolasi atau bahkan dihakimi.

Diskriminasi berdasarkan usia

Blogger "muda atau senior" sama-sama bisa mengalami diskriminasi. Blogger yang lebih muda seringkali dianggap kurang kredibel atau tidak berpengalaman, sementara blogger yang lebih tua mungkin dianggap tidak relevan atau ketinggalan zaman.

Fakta menarik kalangan Muda jaman sekarang, isu berkembang bahwa orang lebih tua tidak pastas jadi blogger, orang Muda yang lebih relevan .

Diskriminasi berdasarkan platform atau ukuran blog

    Ada anggapan bahwa blog yang menggunakan platform tertentu (misalnya, Blogspot) atau blog dengan jumlah pengikut yang lebih kecil dianggap kurang profesional dibandingkan blog yang sudah mapan. Hal ini bisa menyulitkan blogger untuk mendapatkan kesempatan yang sama.

Cara Menghadapi Diskriminasi

Jika Anda mengalami diskriminasi sebagai blogger, ada beberapa langkah yang bisa Anda ambil:

1.  Tetap fokus pada konten Anda.

 Teruslah menciptakan konten berkualitas yang Anda sukai. Keaslian dan konsistensi adalah kunci untuk membangun komunitas yang mendukung Anda.

2. Cari komunitas yang suportif.

 Bergabunglah dengan grup atau forum blogger di mana Anda bisa berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari sesama blogger yang mengerti perjuangan Anda.

3. Laporkan jika perlu.

Jika diskriminasi terjadi dalam konteks profesional, seperti dari sebuah brand atau agensi, jangan ragu untuk melaporkannya.

4.  Ubah perspektif.

 Alih-alih merasa terpuruk, gunakan pengalaman ini sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa mereka salah. Kekuatan tulisan Anda jauh lebih penting daripada prasangka orang lain.


Diskriminasi memang nyata dan bisa membuat frustrasi. Tapi ingat, nilai Anda sebagai blogger tidak ditentukan oleh perlakuan tidak adil dari orang lain. Nilai Anda ada pada suara unik dan cerita yang hanya bisa Anda bagikan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak