Rumor baru-baru ini muncul di media sosial, berdasarkan tangkapan layar yang bocor, yang menunjukkan bahwa aplikasi Google Mobile Services (GMS) akan kembali ke ponsel Huawei di Tiongkok daratan.
Rumor tersebut mengklaim Google akan melanjutkan layanannya, termasuk aplikasi seperti Google Search, Gmail, dan YouTube, pada 1 September 2025.
Namun, Google telah menanggapi rumor ini, dengan menyatakan bahwa informasi tersebut "bukan dari Google dan tidak benar." Tanggapan resmi tersebut dibagikan oleh halaman resmi Google Tiongkok di Weibo.
![]() |
| Credit: HuaweiCentral |
Situasi awalnya bermula pada tahun 2019 ketika pemerintah AS memasukkan Huawei ke dalam Daftar Entitasnya, yang melarang perusahaan-perusahaan Amerika, termasuk Google, untuk berbisnis dengan raksasa teknologi Tiongkok tersebut. Akibatnya, perangkat Huawei baru yang diluncurkan setelah tanggal tersebut tidak dapat menggunakan aplikasi dan layanan GMS. Meskipun terdapat berbagai solusi tidak resmi bagi pengguna untuk memasang aplikasi GMS, metode-metode ini tidak didukung secara resmi dan dapat menimbulkan risiko keamanan.
Meskipun tidak memiliki GMS, Huawei terus mengembangkan ekosistemnya sendiri, Huawei Mobile Services (HMS), dan sistem operasi HarmonyOS, dan telah meraih keberhasilan, khususnya di pasar Tiongkok.

Posting Komentar