Samsung Menunda Produksi Massal Chip HBM4 Hingga 2026

Samsung dilaporkan menunda produksi massal chip HBM4 

(High Bandwidth Memory 4) hingga tahun 2026, 

Terutama karena tantangan hasil produksi yang berkelanjutan dengan chip DRAM 1c yang didesain ulang, yang merupakan fondasi HBM4. Kemunduran ini signifikan karena memungkinkan SK Hynix untuk semakin memperkuat posisi terdepannya di pasar memori AI yang krusial.

Berikut rincian situasinya:

Penundaan HBM4 Samsung:
Tantangan Hasil Produksi: Samsung kesulitan mencapai tingkat hasil produksi yang memuaskan untuk DRAM 1c-nya, yang penting untuk HBM4. Meskipun pengujian internal telah menunjukkan kemajuan dengan produksi wafer terbatas yang mencapai sekitar 65%, mencapai hasil produksi tinggi secara konsisten selama produksi massal skala penuh masih menjadi kendala.

Upaya Desain Ulang: Samsung menerapkan dua strategi untuk DRAM 1c-nya: memodifikasi desain sebelumnya atau mendesain ulang secara menyeluruh. Desain ulang secara menyeluruh, meskipun menunjukkan hasil produksi yang lebih tinggi, juga menimbulkan peningkatan biaya. 
Mengutamakan Stabilitas daripada Kecepatan: Meskipun sebelumnya menargetkan produksi massal pada akhir 2025, Samsung tampaknya memprioritaskan stabilitas hasil dan kinerja sebelum melanjutkan produksi skala penuh.

Kesalahan HBM3E: Samsung juga menghadapi masalah dengan chip HBM3E-nya, yang mengakibatkan hilangnya peluang dengan klien besar seperti Nvidia. Hal ini kemungkinan berkontribusi pada pendekatan yang lebih hati-hati dengan HBM4.

Fase PRA: Samsung berencana untuk melanjutkan Persetujuan Kesiapan Produksi (PRA) 12-lapis HBM4 pada Q4 2025, dengan produksi massal diperkirakan akan dimulai pada 2026 setelah berhasil menyelesaikan tahap pemeriksaan terakhir ini.

Pengiriman Sampel: Samsung sedang bersiap untuk memasok sampel HBM4 12-lapis kepada pelanggan seperti Nvidia dan AMD, dengan harapan dapat mengamankan kontrak.

Keunggulan SK Hynix yang Semakin Kuat:


Pangsa Pasar Dominan: SK Hynix memiliki keunggulan signifikan di pasar HBM, dengan berbagai laporan menunjukkan pangsa pasar berkisar antara 52,5% hingga 70% pada tahun 2024 dan Q1/Q2 2025. Pangsa pasar Samsung dilaporkan berkisar antara 27-42,4%.

Pendapatan Rekor: SK Hynix baru-baru ini melaporkan hasil kuartalan yang memecahkan rekor, didorong oleh permintaan yang kuat untuk produk memori HBM dan AI. HBM dan produk DRAM terkait menyumbang sebagian besar pendapatan mereka.

Kemitraan Strategis: Kesuksesan SK Hynix berkat fokus strategisnya dalam mengembangkan produk HBM, khususnya HBM3 dan HBM3E, yang penting bagi akselerator AI Nvidia, dan menjadikannya pemasok utama dan tepercaya. 
Pengambilan Sampel Awal HBM4: SK Hynix telah mulai mengirimkan sampel HBM4 12-Hi kepada pelanggan, menyelaraskan diri dengan arsitektur GPU masa depan dan semakin memperluas keunggulan teknologinya.

Investasi: SK Hynix berinvestasi besar-besaran dalam pabrik DRAM baru yang didedikasikan untuk HBM dan solusi memori generasi berikutnya untuk mempertahankan momentumnya dan memenuhi permintaan AI yang melonjak.

Dampak pada Pasar Memori AI:

Persaingan yang Semakin Ketat: Pasar HBM didominasi oleh SK Hynix, Samsung, dan Micron. Meskipun SK Hynix memegang keunggulan yang kuat, persaingan diperkirakan akan semakin ketat, terutama karena Samsung ingin mengejar HBM4.

Kekhawatiran Potensi Kelebihan Pasokan:

 Terdapat kekhawatiran yang berkembang tentang potensi kelebihan pasokan HBM mulai tahun 2025 dan seterusnya, yang dapat menyebabkan peningkatan persaingan harga dan menekan margin produsen chip, terutama bagi SK Hynix karena dominasinya di pasar. 
Pergeseran Keseimbangan Kekuatan: Seiring dengan melemahnya pasokan, keseimbangan kekuatan dapat bergeser dari pemasok ke pembeli (seperti Nvidia dan AMD), memberi mereka lebih banyak pengaruh dalam negosiasi harga.

Penting untuk AI: HBM tetap menjadi komponen penting untuk AI, terutama dengan pertumbuhan model AI generatif dan kebutuhan akan bandwidth dan kapasitas yang lebih tinggi untuk menangani kumpulan data besar.
Posisi Micron: Micron juga merupakan pemain penting, yang secara agresif mendorong penawaran HBM-nya, dengan sampel HBM4 yang telah dikirimkan dan produksi massal yang direncanakan pada tahun 2026, selaras dengan platform AI generasi berikutnya.
Intinya, penundaan HBM4 Samsung memberi SK Hynix peluang berharga untuk semakin memperkuat kepemimpinannya di pasar memori AI yang sedang berkembang pesat. Namun, lanskap HBM secara keseluruhan sangat dinamis, dengan persaingan yang semakin ketat dan potensi tekanan harga yang akan datang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak